Sejarah Bedulan (Suranenggala Kulon)
Pada zaman dahulu hidup seorang kesatria wanita murid dari Mbah
Kuwu Cerbon yang bernama Nyimas Baduran. Pada saat itu Nyimas Baduran dikenal
sebagai seorang kesatria yang sangat sakti dan berparas rupawan. Sehingga sudah menjadi tradisi wong
Cerbon zaman dulu, bila ada wanoja / wanita cantik dan sakti yang akan
dinikahkan, maka calon suaminya harus bisa mengalahkan dirinya terlebih dahulu.
Sehingga Guru dari Nyimas Baduran yaitu Mbah Kuwu Cerbon mengadakan sayembara untuk
melawan Nyimas Baduran yang sangat sakti dan berparas rupawan, barang siapa
dari lelaki yang bisa mengalahkan Nyimas Baduran maka ia akan dijadikan sebagai
suaminya. Dari sekian banyak gegeden atau Ki Gede yang mengikuti sayembara, hanya
Ki Gede Suranenggala (Ki Sura) yang mampu mengalahkan kesaktian Nyi Mas
Baduran.
Nama Bedulan itu
sendiri berasal dari kata Baduran yang
berasal dari nama seorang kesatria wanita yang pertama kali membuka lahan
diwilayah Bedulan, yang bernama Nyimas Baduran. Nama Bedulan ini diabadikan
menjadi nama padukuan dan menjadi pademangan baduran dengan ki demang Jaya
Lelana yang bergelar Demang Suranenggala. Daerah Baduran sering disebut dengan nama Bedulan karna zaman
dulu sejak penjajahan belanda menyebut nama Baduran dengan logat Bedulan karna lidah orang
belanda cedal,
hingga saat ini pun namanya lebih dikenal dengan sebutan Bedulan.
Untuk nama
Suranenggala sendiri berasal dari dua kata yaitu Sura dan Nenggala yang artinya
Sura
artinya Berani
dan Nenggala artinya Senjata. Jadi Suranenggala adalah berani menggunakan senjata karena
pada zaman dahulunya mayoritas penduduk bedulan yang paling pertama adalah para
prajurit demak yang pandai menggunakan senjata.
Sesungguhnya yang dimaksud dengan senjata adalah Do’a Karena pendiri
dan warga Bedulan / Suranenggala ini muslim maka sebagai muslim senjatanya
adalah Doa, jadi sebenarnya masayarakat Suranenggala/ Bedulan itu harus
berani karena punya senjata do'a. Karena senjata hidup orang muslim yang paling ampuh itu adalah
do'a. namun ada beberapa warga Suranenggala yang masih salah menafsirkan arti
Suranenggala itu. Di benak mereka senjata adalah clurit, parang dan senjata
tajam dan lainnya.
Didaerah Bedulan awalnya hanya ada satu Desa yang bernama Desa
Suranengga Lor kemudian di mekar sehingga di daerah Bedulan ada empat Desa yang
bernama Desa Suranenggala, Desa Suranenggala Lor, Desa Suranenggala Kidul dan
Desa Suranenggala Kulon.
Desa Suranenggala Kulon terbagi menjadi beberapa blok, diantaranya
Blok Kamis, Blok Jum’at dan Blok Sabtu. Mayoritas pendduknya bekerja sebagai
petani dan wirausaha. Batas dari Desa Suranenggala Kulon itu sendiri :
-
Sebela
Barat perbatasan dengan wilayah pesawahan Desa Lemah Tamba, Bakung dan Gujug
-
Sebelah
Timur perbatasan dengan desa Karang Reja
-
Sebelah
Utara perbatasan dengan Desa Surakarta
-
Sebelah
Utara perbatasan dengan Desa Suranenggala Kidul dan Desa Karang Reja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar