Minggu, 22 Januari 2017

Sejarah Peradaban Islam

Sejarah Bedulan (Suranenggala Kulon)

Pada zaman dahulu hidup seorang kesatria wanita murid dari Mbah Kuwu Cerbon yang bernama Nyimas Baduran. Pada saat itu Nyimas Baduran dikenal sebagai seorang kesatria yang sangat sakti dan berparas rupawan. Sehingga sudah menjadi tradisi wong Cerbon zaman dulu, bila ada wanoja / wanita cantik dan sakti yang akan dinikahkan, maka calon suaminya harus bisa mengalahkan dirinya terlebih dahulu. Sehingga Guru dari Nyimas Baduran yaitu Mbah Kuwu Cerbon mengadakan sayembara untuk melawan Nyimas Baduran yang sangat sakti dan berparas rupawan, barang siapa dari lelaki yang bisa mengalahkan Nyimas Baduran maka ia akan dijadikan sebagai suaminya. Dari sekian banyak gegeden atau Ki Gede yang mengikuti sayembara, hanya Ki Gede Suranenggala (Ki Sura) yang mampu mengalahkan kesaktian Nyi Mas Baduran.
Nama Bedulan itu sendiri berasal dari kata Baduran  yang berasal dari nama seorang kesatria wanita yang pertama kali membuka lahan diwilayah Bedulan, yang bernama Nyimas Baduran. Nama Bedulan ini diabadikan menjadi nama padukuan dan menjadi pademangan baduran dengan ki demang Jaya Lelana yang bergelar Demang Suranenggala. Daerah Baduran sering disebut dengan nama Bedulan karna zaman dulu sejak penjajahan belanda menyebut nama Baduran dengan logat Bedulan karna lidah orang belanda cedal, hingga saat ini pun namanya lebih dikenal dengan sebutan Bedulan.
Untuk nama Suranenggala sendiri berasal dari dua kata yaitu Sura dan Nenggala yang artinya Sura artinya Berani dan Nenggala artinya Senjata. Jadi Suranenggala adalah berani menggunakan senjata karena pada zaman dahulunya mayoritas penduduk bedulan yang paling pertama adalah para prajurit demak yang pandai menggunakan senjata.
 Sesungguhnya yang dimaksud dengan senjata adalah Do’a Karena pendiri dan warga Bedulan / Suranenggala ini muslim maka sebagai muslim senjatanya adalah Doa, jadi sebenarnya masayarakat Suranenggala/ Bedulan itu harus berani karena punya senjata do'a. Karena senjata hidup orang muslim yang paling ampuh itu adalah do'a. namun ada beberapa warga Suranenggala yang masih salah menafsirkan arti Suranenggala itu. Di benak mereka senjata adalah clurit, parang dan senjata tajam dan lainnya.
Didaerah Bedulan awalnya hanya ada satu Desa yang bernama Desa Suranengga Lor kemudian di mekar sehingga di daerah Bedulan ada empat Desa yang bernama Desa Suranenggala, Desa Suranenggala Lor, Desa Suranenggala Kidul dan Desa Suranenggala Kulon.  
Desa Suranenggala Kulon terbagi menjadi beberapa blok, diantaranya Blok Kamis, Blok Jum’at dan Blok Sabtu. Mayoritas pendduknya bekerja sebagai petani dan wirausaha. Batas dari Desa Suranenggala Kulon itu sendiri :
-          Sebela Barat perbatasan dengan wilayah pesawahan Desa Lemah Tamba, Bakung dan Gujug
-          Sebelah Timur perbatasan dengan desa Karang Reja
-          Sebelah Utara perbatasan dengan Desa Surakarta
-          Sebelah Utara perbatasan dengan Desa Suranenggala Kidul dan Desa Karang Reja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar