Rabu, 03 Agustus 2016

Ulumul Qur'an



A. Pengertian Al-Qur'an
            Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Bagi Muslim, Al-Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini. Di dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Al-Qur'an merupakan kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan suatu ibadah.

B. Tahapan Penurunan al-Qur'an
            Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasul kita Muhammad untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Al-Qur'an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya Al-Qur'an yang pertama kali pada malam Lailatul Qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad. Turunnya Al-Qur'an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas mereka rahasia hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Rasulullah tidak menerima risalah agung ini sekaligu, dan kaumnya pun tidak pula puas dengan risalah tersebut karena kesombongan dan permusuhan mereka. Oleh karena itu wahyu pun turun berangsur-angsur untuk menguatkan hati Rsul dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai Allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya.

Ada beberapa pendapat mengenai  proses penurunan al-Qur’an dari Allah SWT sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat itu pada dasarnya dapat dibedakan ke dalam 3 kelompok besar, yaitu :
1.      Kelompok yang berpendapat bahwa al-Qur’an diturunkan sekaligus (dari awal sampai akhir) ke langit dunia pada malam al-Qadar. Kemudian sesudah itu diturunkan secara berangsur-angsur dalam tempo 20, 23, atau 25 tahun sesuai dengan perbedaan pendapat diantara sesama mereka.
2.      Golongan yang berpendirian bahwa al-Qur’an diturunkan ke langit dunia bagian demi bagian (tidak sekaligus) pada setiap malam al-Qadar karena tidak ada kesepakatan di kalangan kelompok ini. Jadi, menurut mereka, setiap datang malam al-Qadar pada setiap Ramadhan, bagian tertentu dari al-Qur’an diturunkan ke langit dunia sekadar kebutuhan untuk selama satu tahun, sampai ketemu malam al-Qadar tahun berikutnya. Menurut pendapat ini, penurunan al-Qur’an bagaikan sistem paket yang dilakukan sekali dalam satu tahun, tepatnya pada setiap malam al-Qadar.
3.      Aliran yang menyimpulkan bahwa al-Qur’an itu untuk pertama kali diturunkan pada malam al-Qadar sekaligus, dari Lauh Mahfudz ke Bait al-Izzah dan kemudian setelah itu diturunkan sedikit demi sedikit dalam berbagai kesempatan sepanjang masa kenabian/kerasulan Muhammad SAW.


Berkenaan dengan proses penurunan al-Qur’an, al-Zarqani menyebutkan 3 macam tahapan, yaitu :
1.      Tahap pertama, al-Qur’an diturunkan Allah SWT ke Lauh Mahfuzh, sesuai dengan al-Qur’an QS. Al-Buruuj ayat 21-22.
            Artinya : Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia. Yang (tersimpan)           dalam Lauh Mahfuzh.
2.      Tahapan kedua, al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Bayt al-Izzah di langit dunia pada suatu malam yang dinamakan Lailah al-Qadar, sesuai dengan al-Qur’an QS. Al-Qadr ayat 1.
            Artinya : Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
3.      Tahapan ketiga, al-Qur’an diturunkan dari Bayt al-Izzah kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril AS, sebagaimana dalam al-Qur’an QS. Al-Syu’ara’ ayat 193-194.
            Artinya : Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.


3. Bentuk Al-Qur'an yang dibawa Jibril a.s
            Al-Qur'an yang dibawa Jibril adalah dalam bentuk wahyu-wahyu yang diturunkan secara berangsur menurut peristiwa-peristiwa tertentu. Salah satunya adalah pada saat Nabi Muhammad bermuka masam kepada seorang tuna netra yang mendatanginya sehingga Allah menegurnya dengan menurunkan surat 'Abassa.

4. Masa Penurunan Al-Qur'an
            Penurunan yang berlaku pada tahap ini adalah secara beransur-ansur, bermula pada 17hb. Ramadhan tahun 610 masihi di Gua Hira’ hinggalah kewafatan Nabi. Tentang lama tempoh masa al-Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ulama berselisih pendapat, iaitu :
1.      Setengah ulama menagatakan penurunan al-Qur’an secara beransur-ansur kepada Rasulullah dengan mangambil masa selama 20 tahun.

2.      Menurut al-Khudari di dalam kitabnya Tarikh al-Tasyri’, penurunan al-Qur’an secara beransur-ansur mengambil masa tepat selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Iaitu bermula 17hb. Ramadhan tahun ke-41 Nabi dilahirkan hingga wahyu terakhir 9 zulhijjah tahun Hijrah.
3.      Pendapat lain mengatakan ia mengambil masa selama 23 tahun.
4.      Ada pendapat mengatakan ia mengambil masa 25 tahun.

            Berdasarkan daripada empat pendapat tersebut, pendapat kedua adalah pendapat yang paling tepat dan diterima umum. Karena, Masa diturunkannya Al Qur’an dihitung dari lama tinggalnya Rasul SAW, karena beliau hidup di dua tempat berbeda maka masa penurunan Al Qur’anpun dalam 2 waktu berbeda, yaitu :
1.      Fase ini dihitung dari lamanya Rasulullah tinggal dan mukim di Makkah, dalam hitungan M. Khudori Bek dalam Tarikh Tasyri’ Rasulullah tinggal di Mekkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari di mulai sejak 17 Ramadhan tahun 41 setelah kelahirannya/ 6 Agustus 610 M sampai dengan Rabi’ul Awwal tahun 53 kelahirannya. Ayat-ayat yang diturunkan di sana berjumlah 86 surat (4.726 ayat) 75,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an dan dinamakan dengan ayat-ayat Makkiyah.
2.      Fase ini dihitung sejak Nabi Hijrah ke Yatsrib (Madinah) yaitu bulan Rabi’ul Awwal tahun 53 kelahirannya sampai dengan 9 Dzul hijjah 10 H/ 7 Maret 632 M. dengan demikian beliau tinggal di Madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ayat-ayat yang diturunkan disana berjumlah 28 surat (1.510 ayat) atau 24,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an dan dinamakan dengan ayat-ayat Madaniyyah.
Al-Qur'an tidak turun sekaligus, ayat-ayat al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Para ulama membagi masa turunnya ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode  Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat makiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat madaniyyah.

5. Hikmah Al-Qur'an diturunkan secara Berangsur-angsur
            Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur adalah sebagai berikut :

1. Menguatkan dan meneguhkan hati Rasulullah SAW.
            Rasulullah SAW telah menyampaikan dakwahnya kepada manusia, tetapi ia mneghadapi sikap mereka yang membangkang dan watak yang begitu keras. Ia ditantang oleh orang-orang yang berhati batu, berperangai kasar dan kerass kepala. Mereka senantiassa melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Padahal dengan hati tulus ia inginm menyampaikan segala yang baik kepada mereka, sehinnga dalam hal ini Allah mengatakan , " maka barang kali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)" (al-kahfi:18)
wahyu turun kepada Rasulullah daari waktu kewaktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk teteap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang di hadapinya, karena yang demikian itu hanyalah kabut di musim panas yang segera akan berakhir.

2. Tantangan dan Mukjizat
            Oranng-orang musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan kesombongan hingga melampaui batas. Mereka saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud melemahkan dan menantang serta menguji kenabian RasulullahSAW. Maka turunlah Al-Qur'an dengan ayat yang menjelaskan kepada mereka segi kebenaran dan memberikan jawaban yang amat jelas atas pertanyaan-pertanyaan mereka.

3.Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya
            Al-Qur'an turun ditengah-tengah umat yang tidak pandai membaca dan menulis. Catatan mereka adalah hafalan dan daya ingatan. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat memungkinkan mereka menuliskan dan membukukannya kemudian menghafal dan memahaminya.





4. Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam Penetapan Hukum
            Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama yang baru ini seandainya Al-Qur'an tidak menghadapi mereka dengan cara yang bijaksana dan memberikan kepada mereka beberapa obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan mereka dari kerusakan mereka, maka turunlah hukum mengenai peristiwa itu yang memberikan kejelasan statusnya dann petunjuk serta meletakkan dassar-dasar perundang-undangan bagi mereka, sesuai dengan situasi dan kondisi, satu demi satu.

5.Bukti yang Pasti Bahwa Al-Qur'an diturunkan dari sisi yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji
            Al-Qur'an yang turun secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dalam waktu lebih dari dua puluh tahun ini ayatnya turun dalam selang waktu tertentu, dan selama ini orang membacanya dan mengkajinya surah demi surah. Ketika itu ia melihat rangkaiannya begitu padat, tersusun cermat sekali denga makna yang saling bertaut, dengan gaya yang begitu kuat serta ayat demi ayat dan surat demi surat saling terjalin bagaikan untaian mutiara yang indah yang belum pernah ada bandingannya dalam perkataan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar