A.
Pengertian Al-Qur'an
Al-Qur’an
adalah kitab suci umat Islam. Bagi Muslim, Al-Quran merupakan firman Allah yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafal dan
maknanya. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga
bagi umat Islam hingga saat ini. Di dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman
bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun
akhirat. Al-Qur'an
merupakan kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang
pembacaannya merupakan suatu ibadah.
B.
Tahapan Penurunan al-Qur'an
Allah menurunkan Al-Qur'an kepada
Rasul kita Muhammad untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Al-Qur'an
merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni
langit dan penghuni bumi. Turunnya Al-Qur'an yang pertama kali pada malam
Lailatul Qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri
dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad. Turunnya Al-Qur'an yang
kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya,
sangat mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas
mereka rahasia hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Rasulullah tidak menerima
risalah agung ini sekaligu, dan kaumnya pun tidak pula puas dengan risalah
tersebut karena kesombongan dan permusuhan mereka. Oleh karena itu wahyu pun
turun berangsur-angsur untuk menguatkan hati Rsul dan menghiburnya serta
mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai Allah menyempurnakan agama ini
dan mencukupkan nikmat-Nya.
Ada beberapa pendapat
mengenai proses penurunan al-Qur’an dari Allah SWT sampai kepada Nabi
Muhammad SAW. Perbedaan pendapat itu pada dasarnya dapat dibedakan ke dalam 3
kelompok besar, yaitu :
1.
Kelompok yang berpendapat bahwa
al-Qur’an diturunkan sekaligus (dari awal sampai akhir) ke langit dunia pada
malam al-Qadar. Kemudian sesudah itu diturunkan secara berangsur-angsur dalam
tempo 20, 23, atau 25 tahun sesuai dengan perbedaan pendapat diantara sesama
mereka.
2.
Golongan yang berpendirian bahwa
al-Qur’an diturunkan ke langit dunia bagian demi bagian (tidak sekaligus) pada
setiap malam al-Qadar karena tidak ada kesepakatan di kalangan kelompok ini.
Jadi, menurut mereka, setiap datang malam al-Qadar pada setiap Ramadhan, bagian
tertentu dari al-Qur’an diturunkan ke langit dunia sekadar kebutuhan untuk
selama satu tahun, sampai ketemu malam al-Qadar tahun berikutnya. Menurut
pendapat ini, penurunan al-Qur’an bagaikan sistem paket yang dilakukan sekali
dalam satu tahun, tepatnya pada setiap malam al-Qadar.
3.
Aliran yang menyimpulkan bahwa
al-Qur’an itu untuk pertama kali diturunkan pada malam al-Qadar sekaligus, dari
Lauh Mahfudz ke Bait al-Izzah dan kemudian setelah itu diturunkan sedikit demi
sedikit dalam berbagai kesempatan sepanjang masa kenabian/kerasulan Muhammad
SAW.
Berkenaan dengan proses penurunan al-Qur’an, al-Zarqani
menyebutkan 3 macam tahapan, yaitu :
1.
Tahap pertama, al-Qur’an
diturunkan Allah SWT ke Lauh Mahfuzh, sesuai dengan al-Qur’an QS. Al-Buruuj
ayat 21-22.
Artinya : Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al
Quran yang mulia. Yang (tersimpan) dalam
Lauh Mahfuzh.
2.
Tahapan kedua, al-Qur’an
diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Bayt al-Izzah di langit dunia pada suatu malam
yang dinamakan Lailah al-Qadar, sesuai dengan al-Qur’an QS. Al-Qadr ayat 1.
Artinya : Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al
Quran) pada malam kemuliaan.
3.
Tahapan ketiga, al-Qur’an
diturunkan dari Bayt al-Izzah kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara
Malaikat Jibril AS, sebagaimana dalam al-Qur’an QS. Al-Syu’ara’ ayat 193-194.
Artinya : Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin
(Jibril), Ke dalam hatimu (Muhammad) agar
kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.
3.
Bentuk Al-Qur'an yang dibawa Jibril a.s
Al-Qur'an yang dibawa Jibril adalah
dalam bentuk wahyu-wahyu yang diturunkan secara berangsur menurut
peristiwa-peristiwa tertentu. Salah satunya adalah pada saat Nabi Muhammad
bermuka masam kepada seorang tuna netra yang mendatanginya sehingga Allah
menegurnya dengan menurunkan surat 'Abassa.
4.
Masa Penurunan Al-Qur'an
Penurunan yang berlaku pada tahap
ini adalah secara beransur-ansur, bermula pada 17hb. Ramadhan tahun 610 masihi
di Gua Hira’ hinggalah kewafatan Nabi. Tentang lama tempoh masa al-Qur’an
diturunkan secara beransur-ansur itu ulama berselisih pendapat, iaitu :
1.
Setengah ulama menagatakan penurunan
al-Qur’an secara beransur-ansur kepada Rasulullah dengan mangambil masa selama
20 tahun.
2. Menurut al-Khudari di dalam kitabnya Tarikh al-Tasyri’, penurunan
al-Qur’an secara beransur-ansur mengambil masa tepat selama 22 tahun 2 bulan 22
hari. Iaitu bermula 17hb. Ramadhan tahun ke-41 Nabi dilahirkan hingga wahyu
terakhir 9 zulhijjah tahun Hijrah.
3. Pendapat lain mengatakan ia mengambil masa selama 23 tahun.
4.
Ada pendapat mengatakan ia mengambil
masa 25 tahun.
Berdasarkan daripada empat pendapat
tersebut, pendapat kedua adalah pendapat yang paling tepat dan diterima umum.
Karena, Masa diturunkannya Al Qur’an dihitung dari lama
tinggalnya Rasul SAW, karena beliau hidup di dua tempat berbeda maka masa
penurunan Al Qur’anpun dalam 2 waktu berbeda, yaitu :
1. Fase ini dihitung dari
lamanya Rasulullah tinggal dan mukim di Makkah, dalam hitungan M. Khudori Bek
dalam Tarikh Tasyri’ Rasulullah
tinggal di Mekkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari di mulai sejak 17 Ramadhan
tahun 41 setelah kelahirannya/ 6 Agustus 610 M sampai dengan Rabi’ul Awwal
tahun 53 kelahirannya. Ayat-ayat yang diturunkan di sana berjumlah 86 surat
(4.726 ayat) 75,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an dan dinamakan dengan ayat-ayat
Makkiyah.
2. Fase ini dihitung sejak
Nabi Hijrah ke Yatsrib (Madinah) yaitu bulan Rabi’ul Awwal tahun 53 kelahirannya
sampai dengan 9 Dzul hijjah 10 H/ 7 Maret 632 M. dengan demikian beliau tinggal
di Madinah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Ayat-ayat yang diturunkan disana
berjumlah 28 surat (1.510 ayat) atau 24,5 % dari keseluruhan Al-Qur’an dan
dinamakan dengan ayat-ayat Madaniyyah.
Al-Qur'an
tidak turun sekaligus, ayat-ayat al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama
22 tahun 2 bulan 22 hari. Para ulama membagi masa turunnya ini dibagi menjadi 2
periode, yaitu periode Mekkah dan
periode Madinah. Periode Mekkah
berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan
surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat makiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak
peristiwa hijrah berlangsung selama
10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat madaniyyah.
5. Hikmah Al-Qur'an
diturunkan secara Berangsur-angsur
Adapun hikmah
yang dapat kita ambil dari turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur adalah
sebagai berikut :
1. Menguatkan dan meneguhkan hati Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW
telah menyampaikan dakwahnya kepada manusia, tetapi ia mneghadapi sikap mereka
yang membangkang dan watak yang begitu keras. Ia ditantang oleh orang-orang
yang berhati batu, berperangai kasar dan kerass kepala. Mereka senantiassa
melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Padahal dengan
hati tulus ia inginm menyampaikan segala yang baik kepada mereka, sehinnga
dalam hal ini Allah mengatakan , " maka barang kali kamu akan membunuh
dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak
beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)" (al-kahfi:18)
wahyu turun kepada Rasulullah daari waktu kewaktu sehingga dapat
meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk teteap
melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang di
hadapinya, karena yang demikian itu hanyalah kabut di musim panas yang segera
akan berakhir.
2. Tantangan dan Mukjizat
Oranng-orang
musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan kesombongan hingga melampaui
batas. Mereka saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud melemahkan
dan menantang serta menguji kenabian RasulullahSAW. Maka turunlah Al-Qur'an
dengan ayat yang menjelaskan kepada mereka segi kebenaran dan memberikan
jawaban yang amat jelas atas pertanyaan-pertanyaan mereka.
3.Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya
Al-Qur'an turun
ditengah-tengah umat yang tidak pandai membaca dan menulis. Catatan mereka
adalah hafalan dan daya ingatan. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang
tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat memungkinkan mereka menuliskan dan
membukukannya kemudian menghafal dan memahaminya.
4. Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa dan pentahapan dalam
Penetapan Hukum
Manusia tidak
akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama yang baru ini seandainya Al-Qur'an
tidak menghadapi mereka dengan cara yang bijaksana dan memberikan kepada mereka
beberapa obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan mereka dari kerusakan
mereka, maka turunlah hukum mengenai peristiwa itu yang memberikan kejelasan
statusnya dann petunjuk serta meletakkan dassar-dasar perundang-undangan bagi
mereka, sesuai dengan situasi dan kondisi, satu demi satu.
5.Bukti yang Pasti Bahwa Al-Qur'an diturunkan dari sisi yang Maha
Bijaksana dan Maha Terpuji
Al-Qur'an yang
turun secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dalam waktu lebih dari dua
puluh tahun ini ayatnya turun dalam selang waktu tertentu, dan selama ini orang
membacanya dan mengkajinya surah demi surah. Ketika itu ia melihat rangkaiannya
begitu padat, tersusun cermat sekali denga makna yang saling bertaut, dengan
gaya yang begitu kuat serta ayat demi ayat dan surat demi surat saling terjalin
bagaikan untaian mutiara yang indah yang belum pernah ada bandingannya dalam
perkataan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar