PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKAN
Diajukan
untuk memenuhi Tugas
Mata
Kuliah Dasar-dasar Pendidikan
Dosen : Agus Prayitno M.Pd

Disusun Oleh :
KELOMPOK 4
Casi’a
Umi Mufarikha
Widyarti Kusuma Dewi
SEMESTER III
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Antropologi adalah studi tentang
asal-usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi
tentang ras manusia.
Filsafat antropologi adalah cabang
filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan atau manusia
seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi
manusia tentang dirinya sendiri (selbst besing), dan manusia dapat
merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri, hanya apabila menjadi
pribadi yang mengenal dirinya, jadi filsafat antropologi tujuan utamanya adalah
merefleksikan atau mencerminkan dirinya sebagai seorang pribadi.
B. Rumusan Masalah
1. Pandangan
ilmiah tentang manusia dan implikasi pendidikannya.
2. Bagaimana implikasinya dalam pengembangan teori
pendidikan.
3. Pandangan
filosofis tentang manusia dan implikasi.
C. Tujuan
Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan
dalam menyusun makalah ini adalah:
1. Untuk
mengetahui bagaimana pandangan ilmiah dan filosofis tentang manusia dan
implikasi pendidikannya.
2. Untuk melatih
daya pikir penulis dalam pembuatan makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pandangan
Ilmiah Tentang Manusia dan Implikasi Pendidikannya.
1. Pandangan Psikologi
a. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses-proses mental
manusia atau tentang
kegiatan-kegiatan dan tingkah laku
individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai
balita, dari masa kanak-kanak sampai
masa dewasa, serta masa tua.
b. Menurut
psikologi manusia merupakan makhluk yang memiliki berbagai potensi, mampu belajar,
bersifat unik, memiliki berbagai kebutuhan, dst.
2. Pandangan Sosiologi
a. Sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari struktur dan dinamika sosial
b. Menurut tinjauan sosiologi
manusia merupakan makhluk sosial.
c. Pendidikan menurut sosiologi
adalah proses sosialisasi dan masyarakat merupakan ekologi pendidikan.
d. Landasan sosiologi dibutuhkan
dalam praktik pendidikan.
e. Iplikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep sosiologi tentang manusia
menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan (Landasan Sosiologis Pendidikan).
2) Masyarakat
sebagai ekologi pendidikan atau sebagai lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan.
3) Pendidikan merupakan sosialisasi (proses
menjadi anggota masyarakat yang diharapkan).
3. Pandangan Antropologi Budaya
a.
Antropologi budaya merupakan ilmu yang mempelajari kebudayaan.
b.
Menurut antropologi budaya, manusia merupakan makhluk yang berbudaya.
c.
Pendidikan menurut antropologi budaya adalah proses enkulturasi.
d.
Landasan antropologis dibutuhkan dalam praktik pendidikan.
e. Manusia adalah organisme sosiobudaya.
Budaya
merupakan seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui
proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
f. Implikasi dalam praktek pendidikan
Konsep-konsep
antropologi sosiobudaya menjadi landasan
pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).
4. Pandangan Ilmu Politik
a. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang kekuasaan wewenang dan
upaya manusia untuk mendapatkannya.
b. Menurut ilmu
politik manusia adalah animal politicon
c. Pendidikan merupakan proses civilisasi (proses pengembangan manusia
menjadi warga negara yang baik).
5. Pandangan Ilmu Ekonomi
a. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia untuk
memenuhi kebutuhan materinya.
b. Menurut ilmu
ekonomi manusia pada dasarnya merupakan animal
economicus.
c. Pendidikan
pada dasarnya merupakan proses human
invesment.
6. Pandangan Filsafat
Antropologi
a. Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat
manusia sebagai keseluruhan, atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang
manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri
(Selbstbesing).
B. Implikasi Terhadap Teori Pendidikan
1) Mendorong lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan, yang dipelopori
oleh Henry Suzzalo.
2) Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pendidikan kependudukan.
3) Mendorong lahir berkembang aliran sosiologisme
pendidikan, atau sosiological tendency in education, yang lebih menekankan konsep pendidikan
pada proses sosialisasi dari pada
individualisasi.
C. Pandangan Filosofis Tentang manusia dan Implikasinya
a. Obyek
1) Masalah hubungan manusia dengan alam.
2) Masalah hubungan manusia dengan
manusia.
3) Masalah hubungan manusia dengan
Tuhan.
b. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep manusia seutuhnya sebagai dasar tujuan pendidikan.
2) Pendidikan merupakan
humanisasi (proses mewujudkan kemanusiaan,
atau proses menuju tercapainya manusia seutuhnya).
3) Tujuan utama dalam hidup mencapai
perwujudan diri sendiri secara kooperatif.
c. Implikasi dalam Pengembangan Teori
Pendidikan
1) Timbul kebutuhan studi filsafat
antropologi anak yang tertuju membahas khuluk atau ha-kikat anak (anak
dilahirkan membawa dosa asal dari adam dan hawa di surga; anak di lahirkan
sebagai tabula rasa atau tanpa pembawaan, anak dilahirkan baik; anak dilahirkan
tidak berdaya tapi penuh potensi, dan sebagainya).
2) Mendorong lahir
dan berkembangnya pedagogik atau ilmu mendidik yang memadukan aspek faktual
dengan aspek normatif yang dipelopori oleh Herbart (perpaduan antara aspek
filosofis yang menentukan tujuan-tujuan pendidikan dengan aspek psikologis yang
menentukan cara-cara atau metode-metode pendidikan).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Antropologi adalah studi tentang asal
usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang
ras manusia. Antropologi social budaya mempergunakan teknik-teknik riset
histories, observasi, wawancara dalam studio orang yang hidup sekarang. Budaya
= seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses
belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
Psikologi adalah studi tentang
kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya,
dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa,
serta masa tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar