Sabtu, 20 Agustus 2016

Dasar-dasar Pendidikan



PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG     MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKAN

Diajukan untuk memenuhi Tugas
Mata Kuliah Dasar-dasar Pendidikan

Dosen : Agus Prayitno M.Pd


Disusun Oleh :

KELOMPOK 4

Casi’a
Umi Mufarikha
Widyarti Kusuma Dewi

SEMESTER III
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON
2015



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Antropologi adalah studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia.
Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (selbst besing), dan manusia dapat merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri, hanya apabila menjadi pribadi yang mengenal dirinya, jadi filsafat antropologi tujuan utamanya adalah merefleksikan atau mencerminkan dirinya sebagai seorang pribadi.

B. Rumusan Masalah
1. Pandangan ilmiah tentang manusia dan implikasi pendidikannya.
2. Bagaimana implikasinya dalam pengembangan teori pendidikan.
3. Pandangan filosofis tentang manusia dan implikasi.

C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan dalam menyusun makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana pandangan ilmiah dan filosofis tentang manusia dan implikasi pendidikannya.
2. Untuk melatih daya pikir penulis dalam pembuatan makalah.









BAB II
PEMBAHASAN
A. Pandangan Ilmiah Tentang Manusia dan Implikasi Pendidikannya.
1. Pandangan  Psikologi
a. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses-proses mental manusia atau      tentang kegiatan-kegiatan dan tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua.
b. Menurut psikologi manusia merupakan makhluk yang memiliki berbagai potensi, mampu belajar, bersifat unik, memiliki berbagai kebutuhan, dst.

2. Pandangan  Sosiologi
            a. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan dinamika sosial
            b. Menurut tinjauan sosiologi manusia merupakan makhluk sosial.
c. Pendidikan menurut sosiologi adalah proses sosialisasi dan masyarakat merupakan         ekologi pendidikan.
            d. Landasan sosiologi dibutuhkan dalam praktik pendidikan.
e.  Iplikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep sosiologi tentang manusia menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan (Landasan Sosiologis Pendidikan).
2) Masyarakat sebagai ekologi pendidikan atau sebagai lingkungan tempat berlangsungnya pen­didikan.
3) Pendidikan merupakan sosialisasi (proses menjadi anggota masyarakat yang diharapkan).








3. Pandangan  Antropologi Budaya
            a. Antropologi budaya merupakan ilmu yang mempelajari kebudayaan.
            b. Menurut antropologi budaya, manusia merupakan makhluk yang berbudaya.
            c. Pendidikan menurut antropologi budaya adalah proses enkulturasi.
            d. Landasan antropologis dibutuhkan dalam praktik pendidikan.
e.  Manusia adalah organisme sosiobudaya.
Budaya merupakan seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
f. Implikasi dalam praktek pendidikan
Konsep-konsep antropologi sosiobudaya menjadi landasan pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).

4. Pandangan Ilmu Politik
a. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang kekuasaan wewenang dan upaya manusia untuk mendapatkannya.
b. Menurut ilmu politik manusia adalah animal politicon
c. Pendidikan merupakan proses civilisasi (proses pengembangan manusia menjadi warga negara yang baik).

5. Pandangan Ilmu Ekonomi
a. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan materinya.
b. Menurut ilmu ekonomi manusia pada dasarnya merupakan animal economicus.
c. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses human invesment.

6. Pandangan Filsafat Antropologi
a. Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan, atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (Selbstbesing).


B. Implikasi Terhadap Teori Pendidikan
1) Mendorong lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan, yang dipelopori oleh Henry Suzzalo.
2) Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pen­didikan kependudukan.
3) Mendorong lahir berkembang aliran sosiologisme pendidikanatau sosiological ten­dency in education, yang lebih menekankan konsep pendidikan pada proses sosialisasi dari pada individualisasi.

C. Pandangan Filosofis Tentang manusia dan Implikasinya
a. Obyek
1) Masalah hubungan manusia dengan alam.
2) Masalah hubungan manusia dengan manusia.
3) Masalah hubungan manusia dengan Tuhan.
b. Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1) Konsep-konsep manusia seutuhnya sebagai dasar tujuan pendidikan.
2) Pendidikan merupakan humanisasi (proses mewujudkan kemanusiaan, atau proses menuju tercapainya manusia seutuhnya).
3) Tujuan utama dalam hidup mencapai perwujudan diri sendiri secara kooperatif.
c. Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1) Timbul kebutuhan studi filsafat antropologi anak yang tertuju membahas khuluk atau ha-kikat anak (anak dilahirkan membawa dosa asal dari adam dan hawa di surga; anak di lahirkan sebagai tabula rasa atau tanpa pembawaan, anak dilahirkan baik; anak dilahirkan tidak berdaya tapi penuh potensi, dan sebagainya).
2) Mendorong lahir dan berkembangnya pedagogik atau ilmu mendidik yang memadukan aspek faktual dengan aspek normatif yang dipelopori oleh Herbart (perpaduan antara aspek filosofis yang menentukan tujuan-tujuan pendidikan dengan aspek psikologis yang menentukan cara-cara atau metode-metode pendidikan).



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Antropologi adalah studi tentang asal usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies) manusia atau studi tentang ras manusia. Antropologi social budaya mempergunakan teknik-teknik riset histories, observasi, wawancara dalam studio orang yang hidup sekarang. Budaya = seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar